Calon yang baru diperhitungkan namanya setelah lolos banding ke komite pemilihan ini mendadak jadi pembicaraan. Lelaki yang juga Sekjen PSSI sebelumnya menolak berbicara tentang keseriusannya maju sebagai calon Ketum.
Namun, ada dorongan kuat, yang akhirnya membuat syahwat Joko Driyono menjadi Ketum muncul. Lelaki yang sebelumnya disebut wakil ketua Komite Pemilihan Max Boboy tak mengisi formulir kesediaan atau B1 itu, ternyata mengirimkannya via email.
Rekam jejaknya, Joko memang sudah kental dengan pengalaman luar dalam sepak bola Indonesia. Selain CEO PT LI sejak 2009 silam, Joko juga yang menjadi direktur kompetisi PT LI. Dia pernah menjadi manajer klub Divisi Utama, sampai akhirnya menjadi sekjen PSSI.
Tapi secara prestasi, Joko belum membuktikan ketegasannya. Meski PT LI dan ISL merupakan hasil dari buah pikiran Joko Driyono, masalah besar dan mendasar untuk klub profesional masih belum bisa dihilangkan.
Selama menjadi CEO PT LI, Joko belum membuat klub-klub menjadi profesional. Ya, dia belum bisa menghilangkan masalah klasik sepak bola Indonesia, tunggakan gaji. Bahkan, beberapa klub masih menunggak gaji dua tahun lalu dan belum terselesaikan.
Itu karena PT LI belum berani bersikap tegas dengan klub-klub yang mbalelo. Karena itulah, sempat ramai di suporter di media sosial memberikan nama tengah Toleransi, kepada Joko Driyono. Joko "Toleransi" Driyono pada 2014 silam, saat klub-klub yang gagal melakukan pelunasan gaji tetap bisa berkompetisi.
