Live TV Streaming

Rekam Jejak Djohar Arifin Husin


Djohar Arifin terpilih sebagai ketua umum pada 2011 silam. Di eranya, konflik dan dualisme PSSI terjadi. Itu tak terlepas dari sikap politik Djohar yang main dua kaki, sampai akhirnya meninggalkan pengurus yang mendukungnya saat Kongres dahulu, dan menyeberang ke kubu KPSI.

Di era Djohar, meski berstatus incumbent, dukungan dari para vooter kepadanya cukup minim. Menurut sebagian pengurus klub, Djohar hanya menjadi simbol, Ketua Umum PSSI, alias secara de jure. Secara de facto, dia tak begitu dipertimbangkan. Di kalangan suporter klub, Djohar bahkan disebut sebagai Ketua tanpa wewenang, karena hanya menjadi simbol.

Praktis, melihat prestasi sepak bola Indonesia, banyak pertimbangan yang harusnya membuat para vooter cerdas dalam memilih. Timnas, di era Djohar, dua kali Piala AFF, 2012 dan 2014 gagal, Piala Asia tak mampu lolos ke putaran final.

Di Timnas U-23 pun demikian. SEA Games 2011 dan 2013, dua-duanya hanya berakhir sebagai runner up. Di Asian Games 2014, babak belur di 16 besar.

Di Timnas U-19, baru berhasil menjadi juara pada Piala AFF U-19 2013. Tapi, Timnas itu sejatinya bentukan dari pengurus lama, sebelum Djohar melakukan perombakan besar-besaran pengurus. Setelah perombakan itu, Timnas U-19 justru menurun dan gagal lolos ke Piala Dunia U-20 2015.

Meski demikian, sosok Djohar yang aktif dalam hubungan dengan FIFA dan negara lain, membuat Indonesia semakin dikenal dan membuat Djohar mendapat peran sebagai panitia dalam beberapa kali even dunia yang digagas FIFA. Kecakapannya dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan pengurus negara lain, membuat Djohar terkenal dan bagus di mata negara lain, tapi tidak di dalam negeri.

Comments

0 Response to "Rekam Jejak Djohar Arifin Husin"

Posting Komentar