footballnesia.com - Kompetisi Liga Super Indonesia memiliki nama baru di musim 2015. Pihak BVSpots selaku pemegang hak komersial kompetisi tersebut berhasil menjalin kerjasama dengan salah satu Bank terbesar di Timur Tengah dan Afrika, Qatar National Bank (QNB Group).
Kerjasama dengan QNB Group akan berlangsung hingga musim 2017. Praktis, nama kompetisi yang sebelumnya ISL ini akan berubah menjadi QNB League.
Pergantian nama kompetisi di Indonesia bukan yang pertama kalinya, menyusul adanya sponsor utama yang bersedia mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mencantumkan namanya di titel kompetisi tersebut.
Sejak era 1994/1995, setidaknya ada lima sponsor yang berhasil menjadikan produk atau perusahaan mereka menjadi titel kompetisi.
Ketika 1994/95, Produk rokok dunhill menjadi yang pertama sebagai sponsor utama di Liga Indonesia saat itu. Liga Indonesia pun menjadi Liga Dunhill.
Memasuki 1996/97, produk rokok lainnya berhasil mengambil alih dari Dunhill. Rokok Kansas menjadi sponsor Utama di kompetisi saat itu, dan merubahnya menjadi Liga Kansas. Namun Liga Kansas hanya bertahan hingga 1997.
Pada musim 1997/98, Liga Indonesia untuk pertama kalinya tanpa sponsor utama. Hal itu tidak terlepas dari situasi politik di Indonesia yang tidak menentu. Pada saat itu bahkan kompetisi terpaksa dihentikan.
Pada musim 1997/98, Liga Indonesia untuk pertama kalinya tanpa sponsor utama. Hal itu tidak terlepas dari situasi politik di Indonesia yang tidak menentu. Pada saat itu bahkan kompetisi terpaksa dihentikan.
Setelah situasi konflik di Indonesia, PSSI mencoba membangun kembali Liga Indonesia musim 1998/99. Hingga akhirnya pada kompetisi tahun 1999/20, Liga Indonesia kembali berhasil menggaet sponsor utama.
Berbeda dengan sponsor-sponsor sebelumnya, kali ini PSSI berhasil menjaring sponsor dari Perusahaan Bank. Bank Mandiri berhasil mencantumkan namanya di kompetisi liga indonesia. Dan nama liga tersebut menjadi Liga Bank Mandiri. Sponsor tersebut bertahan hingga musim 2004.
Pada musim 2005, Liga Indonesia kembali mendapatkan sponsor dari perusahaan Rokok. PT Djarum Tbk berhasil mencatatkan namanya di Liga Indonesia menjadi Djarum Indonesia Super League, Djarum berhasil mempertahankan produk mereka hingga kompetisi 2011/12.
Kerjasama PT LI dan PT Djarum berhenti lantaran kebijakan dari Pemerintah terkait pembatasan iklan dan promosi produk tembakau.
Hingga akhirnya. PT LI berhasil menjalin kesepakatan senilai 1,5 Triliun untuk jangka waktu sepuluh tahun dengan BVSports. Dalam hal ini BV Sports yang berhak mengelola hak kompersil ISL pada 2013-2023.
Setelah menjalani transisi konflik di tubuh PSSI, pada musim 2015 BV Sport baru bisa mendapatkan sponsor utama untuk menghadirkan nama baru di ISL. QNB Grup akan menjadi sponsor utama ISL hingga 2017. dan Liga Indonesia akan berganti nama menjadi QNB League.
