footballnesia.com - PT Liga Indonesia selaku operator tidak puas melihat siaran langsung QNB League 2015, di awal musim 2015 ini. Hal ini jadi catatan penting untuk perbaikan ke depannya.
Dalam beberapa siaran langsung di dua laga pertama ISL musim ini, memang terlihat perbedaan cukup signifikan jika dibandingkan musim lalu. Kualitas siaran langsung terlihat kurang maksimal.
Gambar yang diambil kerap terlalu terang atau terlalu gelap. Editing siaran ulang juga sering kurang tepat, lalu juga ada perbedaan dari segi penempatan kamera. Hal ini pun menarik banyak reaksi dari penonton tanah air yang kurang puas dengan hasil siaran langsung tersebut.
Kurang maksimalnya siaran langsung ini ternyata juga disadari oleh PT Liga Indonesia. Usai pertemuan dengan 18 klub ISL di Hotel Park Lane, Rabu 8 April 2014, Joko Driyono pun menyatakan kecewa dengan siaran langsung yang tayang di layar kaca.
"Kami memberikan catatan yang sangat keras ke partner kita soal tayangan live QNB League di TV," ujar CEO PT LI, dikutip dari Vivanews.
"Kita ingin ini menjadi evaluasi serius dengan partner kita, dalam hal ini BVSport. Alhamdulillah mereka mengerti serta akan evaluasi ini dengan serius, namun dibutuhkan waktu untuk menyelesaikan ini," lanjut pria yang akrab disapa Jokdri tersebut.
Produksi tayangan langsung ISL musim 2015 ini memang sudah beralih dari tangan kru produksi ANTV, ke kru produksi milik BVSport. Tampaknya, pengalaman masih menjadi kendala dari pemindahan tongkat estafet tersebut.
BVSport sebagai pemegang hak komersial ISL telah menggandeng MNC Group untuk menyiarkan 150 laga kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut secara gratis. Sementara itu, tv prabayar ada dua, yaitu Big TV dan Matrix Garuda.
Saat ini, kompetisi QNB League ditunda sementara 12-25 April 2015, PT LI masih menunggu kejelasan dan kebijakan dari pengurus baru PSSI yang akan dipilih pada Kongres Luar Biasa PSSI, 18 April nanti.
